Empat tahun sudah saya terjun di dunia kerja, berpindah dari perusahaan satu ke perusahaan lain, berada di berbagai posisi karyawanpun sudah saya jalani, walaupun masih dalam tahap menengah. Sayapun sering merasakan bagaimana sakit hatinya disepelekan bawahan dan disikut atasan. Memang beginilah dunia kerja. Saya yang dulunya polos, hampir naif, saat ini mulai terbiasa dengan ritme yang seperti itu.
Tapi apakah yang seperti ini sehat?
Pertama kali bekerja, saya hanyalah karyawan biasa yang dalam struktur organisasinya tidak langsung berhadapan dengan presiden direktur, tapi saya turut merasakan tekanan saat sang presdir datang ke kantor untuk melihat pekerjaan divisi saya. Saya jadi tegang sendiri, berusaha memastikan bahwa segalanya sempurna tidak ada yang salah.
Tapi memang namanya 'sudah waktunya' tetap saja, kesalahan itu ada. Saya yang dulu, benar-benar sakit hati bagaimana manajer sayalah yang ternyata menjerumuskan saya pada kesalahan itu. Bagaimana dia dengan langsung menyalahkan saya atas kesalahan saya dan bukannya mengoreksi dirinya yang tidak becus memeriksa kerjaan saya.
Saya sadar saya melakukan kesalahan, tapi saya selalu melaporkan pekerjaan saya untuk mendapat persetujuan kepada manajer saya sebelum dipublikasikan. Maka seharusnya saya bisa saja bilang "Saya sudah mendapat persetujuan untuk itu" dan bisa saja menolak SK yang ditujukan pada saya. Tapi namanya juga saya karyawan baru, seenaknya mendapat perlakuan tidak adil dari atasan, maka saya terima saja. Sampai akhirnya sayapun harus keluar dari perusahaan itu.
Di kantor yang selanjutnya, karena masih ada ikatan keluarga, dengan seenaknya atasan saya membuat saya mengerjakan hampir seluruh pekerjaan di perusahaan itu. Membuat saya bertanggungjawab akan semua hal, dan saat saya melakukan kesalahan kecil, dia akan segera menyebarluaskan ke seluruh keluarga.
Saya benar-benar tidak habis pikir. Saya orang yang terbiasa dengan segala hal yang teratur, mengatur waktu saya dengan baik untuk rencana saya ke depan, sedangkan dengan perusahaan salah satu keluarga saya ini, semuanya serba tak terduga, segalanya mungkin terjadi, sehingga saya harus selalu siap akan semuanya.
Permasalahannya adalah, karena kantor saudara ini tidak sama dengan bidang saya (mungkin terdengar seperti pembelaan diri, ya) - sehingga saya masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan ritme ini. Itulah yang membuat saudara saya 'tidak terima' dan saya pun memilih hengkang juga pada akhirnya karena tidak tahan dan melanjutkan pencarian kerja yang sesuai dengan kemampuan saya.
Perusahaan yang sekarang? Ternyata tidak lebih baik. Saya benar-benar menghela napas. Atau memang karyawan tidak pernah puas dengan pekerjaannya? Berulang kali saya ingin mengundurkan diri dari pekerjaan ini dan memutuskan bekerja sendiri. Tapi, ibu selalu meyakinkan saya untuk memikirkannya kembali. Persaingan bisnis yang ketat dan lagi pengalaman saya masih segitu-gitunya, membuat saya tetap bertahan di sini.
Memang ada apa dengan kantor saya yang sekarang? Selain karena atasan saya adalah ipar AT (kekasih saya, saya memang terlibat percintaan di kantor.. Sehingga ini juga alasan saya ingin segera keluar jika ada kesempatan), atasan saya adalah PNS yang juga memiliki sebuah perusahaan swasta. Sehingga? Tidak perlu ditanyakan, semua pekerjaan PNS dan swastanya berkumpul jadi satu dan ditumpuk, dan menjadi beban pekerjaan yang harus saya kerjakan (di mana tidak ada perjanjian tentang ini di awal).
Omong-omong tentang perjanjian, saya tidak pernah menandatangani perjanjian apapun untuk bekerja disini, hal itulah yang membuat atasan saya bisa seenaknya membuat peraturan - dan di sisi lain, saya bisa seenaknya melayangkan surat pengunduran diri.
Jam kerja saya GILA. Saya bisa bekerja dari pagi hingga subuh, kalau saja atasan saya tidak masuk rumah sakit yang disebabkan dia terlalu workaholic, dan akhirnya membuat dia (terpaksa) membatasi jam kerja kami hanya sampai jam sembilan malam (??).
Gaji rendah. Menurut saya. Sepertinya masalah gaji sangat susah menemukan titik terang, karena saya yakin semua karyawan tidak pernah puas dengan gajinya. Tapi yang membuat saya berpikir adalah. Gaji saya, dengan pekerjaan dan tanggung jawab SEPERTI INI, mengapa harus sama dengan gaji pekerja lain yang hanya bekerja dengan tanggung jawab 'segitu'. Memang, dunia tidak adil.
Saya sebenarnya bisa lebih bersikap fleksibel jika saja atmosfir perusahaan saya bisa membuat saya lebih betah dengan sikap atasan yang lebih bijaksana.
Kondisi-kondisi tersebutlah yang membuat saya benar-benar menginginkan bos seperti di bawah ini, dan suatu saat bisa menjadi bos seperti itu (jika Tuhan mengizinkan) :
1) Merupakan orang pertama yang mampu menciptakan kondisi kerja yang nyaman.
Saya kira kenyamanan itu bukan dari seberapa mewahnya kantor (walaupun termasuk, tapi bukan nomer satu, menurut saya), tapi yang terutama, bagaimana pembawaan dan kewibawaan atasan itu dapat membuat karyawannya menjadi semangat bekerja dan menyadari tanggung jawab masing-masing dalam memajukan perusahaan itu.
2) Menjaga sikap, perkataan dan perbuatan
Kata lain dari jaga image, saya senang sekali melihat atasan yang selalu sempurna di mata saya, karyawannya. Sehingga kita tidak perlu tahu apa yang jadi masalahnya, beban hidupnya, sehingga kamipun bisa tetap konsentrasi bekerja, tanpa harus sibuk membicarakan hal negatif dari atasan di belakang.
3) Menghargai orang lain, termasuk bawahan yang paling bawah
"Mungkin tidak harus uang, kita bisa memberikan yang lain untuk karyawan kita", kata bos. Tapi saya, sebagai karyawan, lebih memilih jika penghargaan itu dinilai dalam jumlah rupiah! (lebih syukur lagi, dollar, atau poundsterling, ya). Yah, yang penting sebanding dengan apa yang sudah kita lakukan.
4) Bedakan jam kerja dan jam pribadi
Atasan saya seringkali tidak bisa membedakan jam kerja dan harus memasuki jam-jam pribadi untuk membicarakan (baca: memberikan) pekerjaan tambahan, yang membuat saya kehilangan nafsu makan, tiap-tiap atasan menghubungi saya saat saya sedang bersama keluarga.
Mungkin itu kira-kira yang ada di benak saya. Jika suatu saat saya terinspirasi untuk menambah lagi, maka akan saya tambahkan di lain waktu.
Cheers!
0 komentar:
Poskan Komentar