Laman

Rabu, 29 Februari 2012

Jadi, Beginilah Rasanya "Rindu"

Kemarin, hampir setiap waktu, lagi-lagi, saya bertengkar dengan AT. Saya tidak habis pikir, padahal jika ditilik kembali semuanya diawali oleh hal-hal sepele, hanya saja tidak ada yang ingin mengalah, malahan semakin kami besar-besarkan membuat masalah kami bertambah parah dan selalu saja kata-kata berpisah hampir terlontar. 

Saya akui, memang kemarin AT sedang tidak bersemangat karena persoalannya dengan atasan saya, sedangkan saya yang seharusnya menyemangati dia dan berperan menjadi seseorang yang harusnya menghibur dia di kala lelah sama sekali tidak membantu dia, malahan membuat suasana hatinya bertambah panas karena acuh tak acuh dengannya. Jika diingat-ingat, saya semakin merasa bersalah. 

Harusnya saya bisa menjaga emosi saya agar tetap tenang, tetapi ternyata pengendalian diri adalah hal yang masih sangat berat untuk saya lakukan. Egoisme saya begitu tinggi sehingga rasanya saya ingin 'Saya selalu benar' (jadi ingat lagu milik Geisha, ya?) dan memojokkan pasangan saya yang sebenarnya hatinya sedang dalam kondisi kritis.

Kami memang tidak bertengkar hebat secara fisik, tapi kami selalu melontarkan kata-kata pedas yang menyakitkan baik kepada diri sendiri dan yang lainnya. Saya benar-benar ingin menghilangkan kebiasaan buruk saya ini.

Memang, pertengkaran ini lebih sering terjadi jika saya dan AT sedang terpisah oleh jarak. Mengingat AT yang saat ini sedang berada di Kalimantan untuk kerja membuat kami tidak bisa berkomunikasi langsung secara bertatap muka. Kami hanya bisa berkomunikasi via telepon, BBM, ataupun SMS. 

Mungkin hal itu yang membuat saya penat karena tidak bisa bertemu dirinya.

Dan saat suasana hati kami sudah  mendingin, barulah saya berani mengungkapkan isi hati, apa yang sebenarnya membuat saya gampang emosi dan membuat kami menjadi lebih sering bertengkar:

"Saya merindukanmu..." sambil berbisik di telepon.

Saya bisa merasakan AT sedikit tersenyum saat mendengarnya, saya tidak perlu mendengar jawaban karena kami berdua sudah mengerti akan hal ini. Inilah pekerjaan AT dan saya harus mencoba untuk mengerti.

"Aku menunggumu pulang..."


0 komentar:

Poskan Komentar