Kadang saya merasa, tidak semua pertanyaan bisa dijawab langsung oleh internet seperti sihir, internet hanya media untuk menemukan informasi tapi bukan jawaban. Mungkin itu opini saya, seperti pertanyaan saya baru-baru ini:
"Bagaimana cara saya meregenerasi sel darah tanpa saya harus melakukan donor darah?
Mungkin pertanyaan saya agak membingungkan, ya? Sampai Mr. Google pun kesulitan menemukan jawaban yang pasti. saya bahkan memasukkan pertanyaan saya ke Yahoo!Answer tapi tetap tidak mendapat jawaban. Sehingga kesimpulannya, saya harus mencari sendiri jawaban bagi pertanyaan saya.
Sebenarnya apa yang mendasari pertanyaan saya ini?
Saya sangat terobsesi sekali untuk melakukan donor darah, selain untuk membantu orang lain (walaupun saya merasa, golongan darah saya yang O ini pasti sudah umum dan sudah banyak yang punya, jadi tidak terlalu diperlukan- tapi namanya niat amal, kan boleh ya?) saya mendengar bahwa melalui donor darah, tubuh kita bisa menjadi sehat karena terjadi regerasi sel darah, bagaimana tubuh kita memproduksi sel darah yang baru setelah yang lama kita keluarkan melalui aktivitas donor darah.
Pendapat saya ini terinspirasi dari guru matematika saya saat saya masih di bangku SMA, bagaimana sang guru selalu bercerita bagaimana kegiatan donor darah itu baik bagi si penerima darah dan juga baik bagi tubuh kita sendiri.
Sejak saat itulah saya selalu penasaran untuk bisa melakukan aksi donor darah ini. Setiap saya melihat ada spanduk-spanduk donor darah, timbul hasrat saya untuk bisa melakukannya.
Tapi, apa daya...
Berat badan saya tidak mencukupi. Saya yang sudah menginjak hampir seperempat abad hanya bisa bersyukur dengan berat badan saya yang tidak lebih dari 40 kg. Sedangkan persyaratan donor darah mengharuskan pendonor memiliki berat badan minimal 45 kg.
5 kg yang sungguh berarti.
Saya pernah memiliki berat badan 45 kg, tapi itu dulu, saat saya masih remaja, dan entah kenapa, semakin waktu bergulir, berat badan saya semakin berkurang dan berkurang. Saya semakin kurus.. Dan entah kenapa menaikkan berat badan bagi saya susah sekali. Saya memang tidak minum multivitamin ataupun suplemen penambah berat badan, karena takut tidak alami dan lebih menginginkan semuanya berjalan sebagaimana mestinya.
Tapi, ya begitulah jadinya, berat badan saya tidak kunjung berubah.
Jadi penyelesaiannya?
Saya sebenarnya mencari cara bagaimana mengeluarkan sel darah merah tanpa harus melakukan donor darah selama berat badan saya belum mencapai 45 kg (seandainya ada batasan jumlah darah yang didonorkan bagi orang berberat badan 40 kg, saya akan sangat bahagia).
Tapi setelah saya kembali pelajari bahan-bahan biologi tentang sistem organ tubuh, bukankah fungsi limpa adalah menghancurkan sel darah yang lama?
Saya jadi tersadar. Oh, ternyata begitu. Memang proses pembentukan jumlah sel darah barunya tidak akan seekstrim saat kita melakukan donor (karena jumlah sel darah yang keluar sangat banyak). Tapi setidaknya saya baru tahu, bahwa sel darah di tubuh saya tetap beregenerasi (saya juga baru teringat bahwa umur sel darah relatif pendek, sehingga sel darah tersebut selalu beregenerasi).
Tambahannya?
Walaupun saya sudah mendapat pengertian seperti itu, tapi saya tetap berharap suatu saat saya bisa melakukan donor darah.
Sedikit pengalaman pribadi, saat saya mengunjungi stand donor darah di suatu rumah sakit di Bandung, baru sampai tahap memeriksa berat badan, si dokter sudah tersenyum, 'Maaf, ya, kamu tidak bisa donor darah, tapi tidak apa-apa, Tuhan melihat niat kamu, kok'
Saya hanya tersenyum kecut dan melangkah keluar ruangan.
0 komentar:
Poskan Komentar